PENGEMBANGAN RENCANA BISNIS INFORMATIKA (Tugas 2)
U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
PENGEMBANGAN RENCANA BISNIS INFORMATIKA
Disusun
oleh: Dimas Gumear Septianugraha
NPM:
52416044
Kelas:
4IA15
Jurusan:
Teknik Informatika
Dosen:
Desy Wulandari Asfary Putri
|
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pengantar Bisnis Informatika
Universitas Gunadarma
2019
1. Regulasi & Prosedur Pendirian
Perusahaan
a. Bentuk-bentuk usaha
1. Perusahaan Perseorangan
Adalah sebuah usaha yang hanya
dimiliki oleh seseorang saja. Pemiliknya bertanggung jawab penuh atas semua
kegiatan termasuk resiko usahanya.
Ciri-ciri :
·
Dimiliki
oleh perorangan.
·
Pengelolaan
terbatas atau sederhana.
·
Modal
tidak terlalu besar.
·
Kelangsungan
hidup usaha bergantung pada pemilik perusahaan.
Kelebihan :
·
Dapat
mudah dimulai.
·
Biaya
tergolong rendah.
·
Bebas
dalam mengelola perusahaan.
Kekurangan :
·
Karena
perorangan dan biaya terbilang sedikit, jadi kemampuan perusahaan terbatas.
·
Tenaga
kerja dan manajemen terbatas.
·
Kebutuhan
modal yang dapat dipenuhi oleh pemilik juga kecil.
2. Firma
Adalah kerjasama menjalankan usaha
yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih dengan nama bersama. Masing-masing
anggota firma memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas. Meskipun anggotanya
punya kesatuan nama dalam menjalankan usahanya, namun firma bukanlah badan
hukum, melainkan hanya sebutan dari anggota bersama-sama.
Ciri-ciri :
·
Para
sekutu aktif dalam mengelola perusahaan
·
Tanggung
jawab tak terbatas atas segala resiko yang terjadi
·
Akan
berakhir jika salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia.
Kelebihan :
·
Mudah,
tak perlu banyak persyaratan namun perlu kesepakatan para pihak yang akan
mendirikan firma.
·
Tidak
terlalu memerlukan akta formal karena menggunakan akta dibawah tanda tangan
·
Modal
lebih cepat cair
·
Lebih
mudah berkembang
Kekurangan :
·
Punya
tanggung jawab yang tak terbatas apabila ada resiko
·
Bisa
mengancam kelangsungan hidup perusahaan bila salah satu pendiri meninggal dunia
atau mengundurkan diri
·
Sulit
dalam peralihan pimpinan dan sering terjadi konflik internal
·
Kesulitan
menghimpun dana besar serta mengikuti tender dalam jumlah tertentu
3. CV (Persekutuan Komanditer)
Adalah bentuk perjanjian kerjasama
dalam mendirikan usaha antara orang yang bersedia mengatur dan bertanggung
jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang yang hanya memberikan modal
tapi tidak bersedia memimpin perusahaan tersebut, tanggung jawab yang
dipikulnya terbatas pada besarnya modal yang ditanamkan.
Ciri-ciri :
·
Didirikan
minimal 2 orang, dimana satu orang bertindak sebagai Persero aktif, dan satunya
lagi sebagai persero pasif
·
Seorang
persero aktif akan bertindak mengurus perseroan. Sehingga ia akan bertanggung
jawab penuh atas segala resiko.
·
Persero
pasif hanya bertindak sebagai sleeping partner. Dimana dia hanya bertanggung
jawab sebesar modal yang ia setorkan ke dalam perseroan.
Kelebihan :
·
Bentuk
CV sudah dikenal masyarakat, sehingga memudahkan perusahaan ikut dalam berbagai
kegiatan.
·
CV
mudah memperloleh modal karena pihak perbankan mempercayainya.
·
Lebih
mudah berkembang karena dipegan orang yang ahli dan dipercaya.
·
CV
lebih fleksibel
·
Pembagian
keuntungan diberikan pada sekutur Komanditer dan tak kena pajak penghasilan
Kekurangan :
·
Untuk
mendirikan CV lebih ribet, karena melalui akta notaris dan didaftarkan ke
Departmen Kehakiman.
·
Status
hukum badan usaha CV jarang dipilih oleh pemilik modal atau beberapa proyek
besar
4. PT (Perseroan Terbatas)
Adalah badan usaha sekaligus badan hukum yang terdiri dari para pemegang saham yang disebut stockholder dengan tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang mereka tanamkan.
Ciri-ciri :
·
Kewajiban
terhadap pihak luar hanya terbatas pada modal yang disetorkan.
·
Mudah
dalam peralihan kemepimpinan.
·
Usia
PT tidak terbatas.
·
Mampu
untuk menghimpun dana dalam jumlah yang besar.
·
Bebas
untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis.
·
Mudah
mencari karyawan
·
Dapat
dipimpin oleh orang yang tidak memiliki saham.
·
Pajaknya
berganda antara Pajak Penghasilan dan Pajak Deviden
Kelebihan :
·
Mudah
dalam peralihan kepemimpinan.
·
Mudah
memperoleh tambahan modal.
·
Kelangsungan
perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin.
·
Lebih
efisien dalam manajemen pengolahan sumber-sumber modal.
Kekurangan :
·
Pajaknya
berganda antara Pajak Penghasilan dan Pajak Deviden.
·
Pendiriannya
memerlukan akta notaris dan ijin khusus usaha tertentu.
·
Biaya
pembentukan PT relatif tinggi.
·
Terlalu
terbuka dalam pelaporan kepada pemegang saham.
5. Persero (Perseroan Terbatas Negara)
Adalah bentuk perusahaan milik negara
yang sebelumnya bernama Perusahaan Negara. Umumnya Persero ini terjadi dari
Perusahaan Negara yang kemudian diadakan penambahan modal yang ditawarkan
kepada pihak swasta.
6. PD (Perusahaan Daerah)
Adalah perusahaan yang saham-sahamnya
dimiliki oleh Pemda. Tujuan dididirikannya PD ini adalah untuk mencari
keuntungan yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah.
7. Perum (Perusahaan Negara Umum)
Perum adalah bentuk perusahaan negara
yang juga bertujuan untuk mencari keuntungan. Selain mencari keuntungan, Perum
juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Walaupun modal usaha dimiliki oleh
pemerintah, namun tidak menutup kemungkinan Perum membuka penanaman modal
kepada pihak swasta.
8. Perjan (Perusahaan Negara Jawatan)
Adalah perusahaan yang segala bentuk
kegiatannya ditujukan untuk kesejahteraan umum namun tidak meninggalkan sisi
efisiensinya. Perjan biasanya memiliki fasilitas-fasilitas negera
9. Koperasi
Adalah perkumpulan orang-orang yang
memiliki tujuan untuk mengadakan kerjasama. Koperasi bertujuan untuk menampung
kegiatan perekonomian pada tingkat lapisan bawah.
Ciri-ciri:
·
Koperasi
adalah perkumpulan orang – orang.
·
Penggabungan
orang – orang berdasarkan kesukarelaan.
·
Terdapat
tujuan ekonomi yang ingin dicapai.
·
Koperasi
yang dibentuk adalah satu organisasi bisnis.
·
Terdapat
kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan.
·
Anggota
koperasi menerima manfaat dan resikonya secara seimbang.
Kelebihan :
·
Sisa
hasil Usaha yang dihasilkan oleh koperasi akan dibagi kepada anggota.
·
Anggota
koperasi berperan jadi konsumen dan produsen sekaligus.
·
Seseorang
yang akan menjadi anggota koperasi atau yang ingin atau yang sudah menjadi
anggota, bukan karena terpaksa, melainkan keinginanya sendiri untuk memperbaiki
hidupnya.
·
Mengutamakan
kepentingan Anggota.
Kekurangan :
·
Modal
terbatas.
·
Daya
saing lemah.
·
Tidak
semua anggota memiliki kesadaran berkoperasi.
·
Sumber
daya manusia terkadang kurang.
10. Yayasan
Umumnya yaysasan adalah sebuah badan
hujum dengan kekayaan yang dipisahkan. Tujuan pendirian yayasan bukanlah untuk
mencari keuntungan, namun untuk tujuan sosial.
Ciri-ciri :
·
Yayasan
dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
·
Yayasan
dibentuk dengan memisahkan kekayaan pribadi pendiri untuk tujuan nirlaba,
religi, sosial dan kemanusiaan.
·
Didirikan
dengan akta notaris.
·
Tidak
memilik anggota dan tidak dimiliki siapapun, namun memiliki pengurus atau organ
untuk merealisasikan tujuan Yayasan.
·
Yayasan
dapat dibubarkan oleh pengadilan dalam kondisi pertentangan tujuan yayasan
dengan hukum, likuidasi dan pailit.
Kelebihan :
·
Non
profit dan rela membantu masyarakat.
Kekurangan :
·
Terbatasnya
dana.
b. Prosedur & Legalitas Perusahaan.
Dalam membangun sebuah badan usaha, kita
harus memperhatikan beberapa prosedur peraturan perizinan untuk mendirikan
badan usaha, seperti :
1. Tahapan Pengurusan Izin
Pendirian
Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi
prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas
perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin
prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara,
izin tetap hinga izin perluasan. Untuk beberapa jenis perusahaan misalnya, sole
distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan
berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang
merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan
lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen
yang diperlukan, sebagai berikut :
Bagi para pemilik usaha, perusahaan wajib
didaftarkan untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan jika
merupakan Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan bidang perpajakan. Adapun persyaratan NPWP bagi
Badan Usaha seperti yang dilansir situs resmi Kementerian Keuangan RI adalah:
1. Wajib Pajak Badan yang
memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar, pemotong dan/atau pemungut
pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, termasuk bentuk
usaha tetap dan kontraktor dan/atau operator di bidang usaha hulu minyak dan
gas bumi.
2. Wajib Pajak Badan yang
hanya memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak
sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan, termasuk bentuk
kerjasama operasi (Joint Operation).
SIUP adalah surat izin untuk dapat
melaksanakan kegiatan perdagangan. Kepanjangan dari SIUP adalah Surat Izin
Perdagangan merupakan salah dokumen penting yang diwajibkan bagi perorangan
atau badan usaha yang akan mendirikan usaha perdagangan agar keberadaan
kegiatan usaha Anda bisa mendapatkan izin untuk menjalankan bisnis perdagangan.
Untuk membuat SIUP tidak mesti menjadi
pedagang skala besar atau skala global. Meskipun masih pedagang regional dalam
skala kecil disarankan untuk mengurus SIUP. Karena sudah ada kebijakan yang
mengatur bahwa setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun perusahaan
perorangan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib melakukan pengurusan
SIUP yang dikeluarkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh
wilayah Republik Indonesia.
Keuntungan Perusahaan Jika Telah Mengurus
SIUP :
Memiliki Surat Izin Perdagangan tentunya
menguntungkan, makanya banyak perusahaan bahkan perorangan ingin memilikinya.
Berikut keuntungan perusahaan jika telah memiliki SIUP yaitu
1. Karena telah memiliki alat
pengesahan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga dalam kegiatan usaha tidak
akan terjadi masalah perizinan.
2. Dengan memiliki Surat Izin
Usaha Perdagangan bisa memperlancar perdagangan ekspor dan impor.
3. Bisa mengikuti kegiatan
lelang yang diselenggarakan oleh pemerintah. Karena syarat mengikuti kegiatan
tersebut adalah telah memiliki SIUP.
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan
resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan
pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap
perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Setiap perusahaan wajib memiliki Tanda Daftar
Perusahaan (TDP) baik berbentuk badan hukum, koperasi, perorangan, dll.
Setiap perusahaan yang berbentuk Perseroan
Terbatas (PT), Koperasi, Persekutuan Komanditer (CV), Firma (Fa), Perorangan,
dan Bentuk Usaha Lainnya (BUL), termasuk Perusahaan Asing dengan status Kantor
Pusat, Kantor Tunggal, Kantor Cabang, Kantor Pembantu, Anak Perusahaan, Agen
Perusahaan, dan Perwakilan Perusahaan yang berkedudukan dan menjalankan
usahanya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib didaftarkan dalam
daftar perusahaan.
Pendaftaran wajib dilakukan oleh pemilik atau
pengurus perusahaan, atau dapat diwakilkan kepada orang lain dengan memberi
surat kuasa.
Tanda Daftar Perusahaan berlaku selama
Perusahaan tersebut masih beroperasi dan wajib didaftarkan ulang setiap 5
(lima) tahun.
Perusahaan yang dikecualikan dari Wajib
Daftar Perusahaan adalah :
·
Setiap
perusahaan yang berbentuk jawatan (Perjan).
·
Perusahaan
kecil perorangan yang tidak memerlukan izin usaha
Dasar Hukum :
·
Undang-undang
Republik Indonesia No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
·
Peraturan
Daerah Kabupaten Sleman No. 14 tahun 2002 tentang Wajib Daftar Perusahaan.
·
Surat
Keputusan Menperindag No:596/MPP/Kep/9/2004 tentang Standart Penyelenggaraan
Wajib Daftar Perusahaan
Izin Gangguan (HO) adalah izin kegiatan usaha
kepada orang pribadi / badan dilokasi tertentu yang berpotensi menimbulkan
bahaya kerugian dan gangguan, ketentraman dan ketertiban umum tidak termasuk
kegiatan/tempat usaha yang lokasinya telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat atau
Daerah.
Dasar hukum izin ini adalah Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah.
Selain itu, masih ada Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota yang mengatur secara rinci tentang Retribusi Izin Gangguan.
Bahkan pada kabupaten tertentu ada yang menerapkan rumus untuk nenentukan besar
biaya retribusi ini. Misalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengeluarkan
Perda No. 10 Tahun 2012, yang secara rinci mengatur besar retribusi untuk izin
ini.
SSP atau Surat Setoran Pajak adalah bukti
pembayaran atau penyetoran pajak wajib pajak menggunakan formulir atau dengan
cara lainnya ke kas negara melalui tempat pembayaran yang telah ditunjuk
menteri keuangan.
Jadi, SSP juga dikenal sebagai media atau formulir
yang digunakan wajib pajak ketika ingin membayar pajak. Bentuk formulir SSP dan
penjelasannya tercantum dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomo
PER-24/PJ/2013 tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak.
2.
SDM
dan Organisasi
b. Deksripsi &
Spesifikasi Tugas
No
|
Bagian
|
Tugas
|
1
|
Direktur Utama
|
1.
Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi
perusahaan
2.
Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan
3.
Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan
termasuk juga keuntungan perusahaan
4.
Merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan
pembelanjaan kekayaan perusahaan
5.
Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya
dengan dunia luar perusahaan
6.
Menetapkan strategi-strategi stategis untuk mencapakai visi
dan misi perusahaan
7.
Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan,
mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang.
8.
Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan
|
2
|
Direktur
|
1.
Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan
perusahaan atau institusi
2.
Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala
bagian (manajer) atau wakil direktur
3.
Menyetujui anggaran tahunan perusahaan atau institusi
4.
Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja
perusahaan atau institusi
|
3
|
Manajer Operasional
|
1.
Mengelola dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan
2. Memangkas habis biaya-biaya operasi
yang sama sekali tidak menguntungkan perusahaan
3. Mengawasi produksi barang atau
penyediaan jasa
4. Membuat pengembangan operasi dalam
jangka pendek dan jangka panjang
5. Meningkatkan system operasional,
proses dan kebijakan dalam mendukung visi dan misi perusahaan
6. Melakukan pertemuan rutin dengan
Direktur secara berkala
|
4
|
Manajer Pemasaran
|
1.
Tugas Perencanaan
·
Melakukan perencanaan strategi pemasaran dengan memperhatikan
trend pasar dan sumber daya perusahaan.
·
Merencanakan marketing research yaitu dengan mengikuti
perkembangan pasar, terutama terhadap produk yang sejenis dari perusahaan
pesaing.
·
Melakukan perencanaan analisis peluang pasar.
·
Melakukan perencanaan tindakan antisipatif dalam menghadapi
penurunan order.
·
Menyusun perencanaan arah kebijakan pemasaran
·
Melakukan identifikasi dan meramalkan peluang pasar.
·
Merencanakan pengembangan jaringan pemasaran.
2. Tugas Pelaksanaan
·
Memimpin seluruh jajaran Departemen Marketing sehingga
tercipta tingkat efisiensi, efektivitas, dan produktivitas setinggi mungkin.
·
Menciptakan, menumbuhkan, dan memelihara kerja sama yang baik
dengan konsumen.
·
Merumuskan target penjualan.
·
Merumuskan standard harga jual dengan koordinasi bersama
Direktur Operasional serta Departemen terkait.
·
Menanggapi permasalahan terkait keluhan pelanggan jika tidak
mampu ditangani oleh bawahan.
·
Mengesahkan Prosedur dan Instruksi Kerja di Departemen
Marketing.
·
Melakukan pengendalian terhadap rencana-rencana yang sudah
disusun untuk menjamin bahwa sasaran yang ditetapkan dapat terwujud,
misalnya : volume penjualan dan tingkat keuntungan.
·
Melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi penurunan
order.
·
Memberikan persetujuan kredit pelanggan dalam batas – batas
yang wajar.
·
Melakukan demarketing jika terjadi overload produksi.
·
Melakukan analisa pelanggan yang mengalami kecenderungan
kredit macet.
·
Melakukan analisa perilaku pasar / konsumen sebagai dasar
dalam menentukan kebijakan pemasaran.
·
Melakukan analisa Peraturan Pemerintah berkenaan dengan tata
niaga kertas sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemasaran.
·
Memantau potensi bawahan untuk dilakukan pembinaan sehingga
menjadi lebih baik.
|
5
|
Manajer Keuangan
|
1.
Bekerja sama dengan manajer lainnya untuk merencanakan serta meramalkan
beberapa aspek dalam perusahaan termasuk perencanaan umum keuangan
perusahaan.
2. Menjalankan dan mengoperasikan roda
kehidupan perusahaan se-efisien dan se-efektif mungkin dengan menjalin kerja
sama dengan manajer lainnya.
3. Mengambil keputusan penting dalam
investasi dan berbagai pembiayaan serta semua hal yang terkait dengan
keputusan tersebut.
4. Menghubungkan perusahaan dengan
pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga
perusahaan dapat diperdagangkan.
|
6
|
Manajer Gudang
|
1.
Mengawasi keluar masuknya barang dari Gudang
2. Melakukan pengecekan barang dan
memberikan kebijaksanaan mengenai aktivitas stok di Gudang
|
7
|
Manajer Personalia
|
1.
Bertugas membuat rencana, pembagian kompensasi, mengembangkan, dan
pemeliharaan tenaga kerja agar tujuan perusahaan dapat tercapai
2. Mengatur organisasi, mengendalikan
unit personalia, mengurus proses administrasi seluruh kegiatan personalia
3. Bertugas mengurus prosedur
perekrutan dengan seleksi, ujian, wawancara serta membuat sistem nilai untuk
kinerja karyawannya
4. Bertugas mengurus perizinan
ketenaga kerjaan, mengurus dana pengobatan dan dana pensiun karyawan,
mengurus perjalanan dinas beserta fasilitasnya
5. Bertugas membuat sistem data
karyawan, surat-form administrasi dari kegiatan personalia dan membuat sistem
laporan yang berkaitan dengan semua kegiatan personalia
|
8
|
Staff
|
1.
Melakukan apa yang diperintahkan oleh atasan agar perusahaan dapat berjalan
dengan semestinya
2. Membantu pimpinan dalam
melaksanakan tugas
|
c. Sistem Penggajian
No
|
Jabatan
|
Gaji Pokok
|
Pajak Penghasilan
|
Uang Transport + Makan
|
Asuransi
|
Total Gaji Bersih
|
1
|
Direktur Utama
|
Rp. 15.000.000
|
Rp. 2.500.000
|
Rp. 5.000.000
|
Rp. 1.250.000
|
Rp. 23.750.000
|
2
|
Direktur
|
Rp. 10.000.000
|
Rp. 2.000.000
|
Rp. 4.000.000
|
Rp. 1.000.000
|
Rp. 17.000.000
|
3
|
Manajer Operasional
|
Rp. 7.000.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 3.000.000
|
Rp. 750.000
|
Rp. 12.250.000
|
4
|
Manajer Pemasaran
|
Rp. 7.000.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 3.000.000
|
Rp. 750.000
|
Rp. 12.250.000
|
5
|
Manajer Keuangan
|
Rp. 7.000.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 3.000.000
|
Rp. 750.000
|
Rp. 12.250.000
|
6
|
Manajer Gudang
|
Rp. 7.000.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 3.000.000
|
Rp. 750.000
|
Rp. 12.250.000
|
7
|
Manajer Personalia
|
Rp. 7.000.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 3.000.000
|
Rp. 750.000
|
Rp. 12.250.000
|
8
|
Staff
|
Rp. 5.000.000
|
Rp. 800.000
|
Rp. 1.500.000
|
Rp. 400.000
|
Rp. 7.700.000
|
Total
|
Rp. 65.000.000
|
Rp. 12.600.000
|
Rp. 25.500.000
|
Rp. 6.350.000
|
Rp. 109.700.000
|
3.
Aspek
Pemasaran
a. Spesifikasi produk atau
jasa
Produk
yang ditawarkan kepada pasar merupakan produk yang dapat memenuhi permintaan
pasar, dari segi kualitas serta kuantitas. Persaingan produk sejenis merupakan
permasalahan utama dalam memenangkan nilai jual serta kuantitas jual sebuah
produk, karena setiap perusahaan memiliki keunggulan masing-masing dalam mempromosikan
keleibihan produknya. Produk yang dipromosikan baik dari segi kualitasnya
harus memiliki kualitas yang sama dengan
apa yang perusahaan tawarkan kepada pasar, hal ini merupakan faktor penting
untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan
b. Segmentasi produk atau jasa
Segmentasi
produk merupakan proses pembagian produk ke dalam beberapa jenis karakteristik
dari sebuah produk yang diproduksi dengan berbagai tipe inovasi yang
dikembangkan. Contohnya, sebuah produk shampo, pada produk shampo kualitas
untuk menjaga kesehatan rambut menjadi faktor utama, tetapi setiap kulit kepada
masing-masing individu memiliki perbedaan contohnya pria dan wanita, selain itu
masalah yang ada pada rambut juga bervariasi, seperti, kerontokan rambut,
rambut bercabang, dan lain sebagainya. Perusahaan harus melihat segmentasi ini
untuk memberikan produk-produk sesuai dengan kebutuhan karakteristik konsumen
sehingga pemasaran produk menjadi lebih maksimal.
c. Analisis situasi pasar
Untuk
melempar produk ke pasaran, perusahaan wajib menganalisa situasi pasar, dimana
perusahaan harus mencari tahu kebutuhan konsumesn sehingga produksi yang di
lakukan oleh perusahaan memenuhi kuantitas dari permintaan sehingga memperoleh
keuntungan yang maksimal. Analisa pasar dilakukan dengan melihat produk yang
sejenis sejauh mana di minati konsumen, dan lalukan penganalisaan terhadap
kekurangan produk tersebut dan
memperbaikinya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar akan produk yang
diproduksi. Pertimbangan penentuan harga produk juga dianalisa pada aspek ini,
sebab perusahaan harus mengetahui dan merencanakan target produk untuk kalangan
tingkat menengah kebawah atau menengah ke atas, tidak mungkin jika sebuah
restoran bintang 5 dengan harga makanan yang sangat mahal dibuka pada
lingkungan kecil menengahkan atau mempromosikan sebuah produk mobil laborginin
di perkampungan. Itulah pentingnya analisa pasar harus dilakukan.
d. Analisis pesaing
Dalam
dunia bisnis tentu akan banyak persaingan dengan perusahaan lain yang
memproduksi produk yang sama, oleh karena itu sebuah perusahaan wajib
menganalisa produk yang ditawarkan oleh pesaing serta harga yang dilempar
kepasaran, sehingga perusahaan dapat memproduksi produk yang memiliki kualitas
tidak kalah dengan kualitas produk pesaing serta harga jual pasar yang dapat
distandarisasikan untuk menghindari kerugian dari segi produksi, penjualan,
serta kepercayaan konsumen.
e. Strategi promosi
Promosi
merupakan kegiatan pemasaran produk yang sangat penting. Promosi membuat produk
yang ingin dipasarkan menjadi dikenal oleh konsumen sehingga memberikan
kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk perusahaan. Promosi adalah memberikan informasi kepada
pasar tentang produk yang dipasarkan,
untuk meningkatkan permintaan, penjualan, laba, dan nilai suatu produk. Strategi-strategi yang dapat ditawarkan saat
melakukan promosi dapat berupa, pemberian diskon harga, produk dengan kualitas
tinggi dengan harga jual yang murah, produk yang ditawarkan memiliki edisi
tertentu sehingga menjadi sebuah produk yang langkah, atau dengan menempelkan
nama-nama public figur(biaya promosi cukup besar).
f. Media promosi berbasis TI
Promosi
berbasis teknologi informatika merupakan promosi yang paling baik saat ini. Hal
ini dibuktikan dengan banyaknya website-website atau forum-forum yang menawaran
jasa penjualan produk atau yang lebih dikenal e-commerce. Tarif internet yang
saat ini sangat murah serta dapat diakses secara mobile menjadi salah satu
keunggulan promosi produk dengan teknologi informasi. Salah satu cara yang
sangat tepat dalam mempromosikan produk adalah dengan membuat sebuah website
yang berisikan tentang semua info produk yang ditawarkan serta membuat akun di
jejaring sosial sebagai media promosi yang cukup efektif.
4. Aspek Keuangan
a. Komponen biaya atau anggaran
Secara umum dalam
pelaksanaan proyek, komponen biaya dibagi atas:
· Biaya personil adalah
komponen-komponen biaya yang dikeluarkan untuk membayar honor dan gaji tim
kerja yang bekerja dengan kita. Hitung komponen biaya berdasarkan kesepakatan
dengan anggota tim, apakah akan berdasarkan orang-jam/man-hour,
oranghari/man-day atau orang-bulan/man-month. Masukkan seluruh anggota tim
kerja dari mulai Manajer Proyek sampai Office-boy yang membantu kelancaran pekerjaan
tim.
· Biaya nonpersonil adalah
komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung kelancaran
pelaksanaan proyek. Komponen-komponen biaya tersebut antara lain:
· Biaya Transportasi, Hitung kebutuhan
transportasi baik untuk di dalam kota maupun luar kota. Untuk transportasi
dalam kota dapat menggunakan perhitungan estimasi harga per liter premium untuk
per lima kilometer jarak.
· Biaya Allowance Penugasan Luar Kantor,
Pada saat berangkat untuk penugasan luar kota tentunya ada biaya tambahan untuk
kita maupun tim kerja yang ditugaskan. Untuk menghitung biaya allowance ini
dapat menggunakan contoh sebagai berikut:+ Uang makan 3 kali sehari Rp 90.000,-
(jika penugasan luar kota).
· Biaya Rutin adalah ongkos-ongkos yang
harus dikeluarkan rutin selama kegiatan berlangsung seperti telepon, sambungan
internet, korespondensi, listrik, air, gas, keamanan, pemeliharaan, dan
sebagainya.
· Biaya Pemanfaatan Peralatan dan Sewa
adalah ongkos-ongkos yang harus dikeluarkan seperti sewa ruangan
(kerja/produksi, presentasi dan pelatihan), komputer, printer, kendaraan, dan
sebagainya. Masukkan seluruh komponen tersebut sekalipun tidak disampaikan
kepada klien karena biasanya mereka menolak untuk membayar beban-beban
tersebut.
· Biaya Belanja Barang Pakai Habis adalah
biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli barang-barang seperti kertas, alat
tulis kantor, tinta printer, disket, CD/DVD, dan sebagainya.
· Biaya Penyusunan Laporan adalah biaya
yang harus dikeluarkan dalam penyusunan laporan kegiatan dan modul user manual
dari misalnya: proyek aplikasi perangkat lunak yang kita bangun. Perkirakan
berapa biaya yang habis untuk kerja orang yang mengetik dan mengeditnya,
pencetakan, pemaketan dan pengirimannya.
b. Estimasi biaya atau satuan biaya
Perhitungan biaya yang
diperlukan dalam membuat melakukan investasi. Perhitungan biaya meliputi,
perhitungan, biaya tempat, produksi, karyawan, perizinan pendirian usahan dan
lain sebagainya. Estimasi biaya harus tepat guna menghindari terjadinya dampak
kerugian bagi investor atau pendiri usaha, sehingga usaha yang dibuat dapat
berjalan dengan optimal.
Definisi perkiraan
biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk
suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu
(Iman Soeharto_National Estimating Society USA), berdasarkan definisi, tersebut
maka perkiraan biaya mempunyai pengertian sebagai berikut :
· Perkiraan biaya yaitu melihat,
memperhitungkan dan mengadakan perkiraan atas hal-hal yang akan terjadi
selanjutnya
· Analisis biaya yang berarti pengkajian dan
pembahasan biaya yang pernah ada yang digunakan sebagai informasi yang penting
Kualitas estimasi
sangat ditentukan oleh :
· Tersedianya data dan informasi
· Teknik dan metode yang digunakan
· Kecakapan dan pengalaman estimator
· Tujuan pemakaian perkiraan biaya
Sumber informasi
terbaik adalah pengalaman perusahaan dari proyek-proyek yang pernah dikerjakan.
c. Penyusunan anggaran atau investasi
perusahaan
Budget (Anggaran)
ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh
kegiatan perusahaan (yang menimbulkan penerimaan/hak dan juga
pengeluaran/kewajiban), yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan
berlaku untuk jangka waktu / periode tertentu yang akan datang.
Rencana tersebut
memiliki spesifikasi- spesifikasi tertentu, seperti;
Disusun secara
sistematis,
Mencakup seluruh
kegiatan perusahaan, dan dinyatakan dalam satuan moneter/uang
Meliputi seluruh
kegiatan perusahaan :
Fungsi produksi
Fungsi
pembelanjaan/keuangan
Fungsi administrasi
Fungsi pemasaran
Fungsi personalia
Untuk waktu yang akan
datang
Macam Budget/Anggaran
(berdasarkan periode penyusunannya):
Budget Taktis
Budget Harian
Budget Mingguan
Budget Bulanan
Budget Strategis
Budget Tahunan
Beberapa faktor yang
mempengaruhi jangka waktu berlakunya budget/anggaran:
Luas pasar/pekerjaan
Posisi perusahaan
dalam persaingan
Jenis produk yang
dihasilkan (Elastis atau In-elastis)
Tersedianya data dan
informasi
Keadaan perekonomian
d. Penyusunan cashflow perusahaan
Cash flow (aliran
kas) merupakan “sejumlah uang kas yang
keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain
adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran
kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Laporan arus kas (cash
flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah
arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas
(penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
• Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
• Penagihan piutang dari penjualan kredit.
• Penjualan aktiva tetap yang ada.
• Penerimaan investasi dari pemilik atau
saham bila perseroan terbatas.
• Pinjaman/hutang dari pihak lain.
• Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow
Cash out flow adalah
arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban
pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
• Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja
langsung dan biaya pabrik lain-lain.
• Pengeluaran biaya administrasi umum dan
administrasi penjualan.
• Pembelian aktiva tetap.
• Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
• Pembayaran kembali investasi dari pemilik
perusahaan.
· •
Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
· Laporan arus kas ini memberikan
informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan
dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan
pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
e. Time Value of Money dan Tingkat Suku Bunga
Time value of money
atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu dari uang merupakan suatu
konsep yang menyatakan bahwa nilai uang pada waktu sekarang akan lebih berharga
dari pada nilai uang pada masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu
pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Waktu akan merubah
nilai uang dengan sendiri nya tanpa ada aturan tertentu yang mengharuskan
perubahan nilai uang dengan jangka waktu tertentu. Serta seberapa besar
perubahan nilai uang tersebut.
Contohnya:
Jika sepuluh tahun
lalu dengan satu juta, Anda bisa membeli satu motor Honda produk PT
AstraInternational Tbk (ASII). Maka sekarang dengan jumlah uang yang sama hanya
bisa membeli dua rodanya saja. Sepuluh tahun kemudian, uang satu juta tadi
mungkin hanya bisa untuk membeli helm motor saja.
Tingkat bunga yaitu
sebagai harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Pengertian
tingkat bunga sebagai harga ini bisa juga dinyatakan sebagai harga yang harus
dibayar apabila terjadi pertukaran antara satu rupiah sekarang dan satu rupiah
nanti.
Dalam realitas
sehari-hari terdapat empat macam suku bunga (Khalwaty, 2000:162) yakni :
· Suku bunga dasar, yaitu tingkat suku
bunga yang ditentukan oleh Bank Sentral atas kredit yang diberikan kepada
perbankan dan tingkat suku bunga yang ditetapkan bank sentral untuk mendiskonto
surat-surat berharga yang ditarik atau diambil alih oleh Bank Sentral.
· Suku bunga efektif, yaitu suku bunga
yang sesungguhnya dibebankan kepada debitur dalam jangka waktu satu tahun
apabila suku bunga nominal akan sama dengan nilai suku bunga efektif.
· Suku bunga nominal, yaitu tingkat suku
bunga yang ditentukan berdasarkan jangka waktu satu tahun.
· Suku bunga padanan, yaitu suku bunga
yang besarnya dihitung setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, atau setiap
tahun untuk sejumlah pinjaman atau investasi selama jangka waktu tertentu yang
apabila dihitung secara anuitas akan memberikan penghasilan bunga dengan jumlah
yang sama.
f. Kriteria Investasi
Kriteria investasi ini
sangat bermanfaat dalam melakukan pengukuran manfaat atau keuntungan yang akan
diperoleh jika melakukan investasi terhadap suatu usaha. Banyak orang yang
menanggung rugi karena serampangan dalam melakukan perhitungan atau bahkan
tidak mengukur terlebih dahulu tingkat viabilitas dan share profit serta
management risk-nya ketika ia melakukan investasi.
Ada banyak kriteria
investasi yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat investasi, dimana
kriteria tersebut dapat membantu untuk melihat apakah investasi tersebut dapat
memungkinkan dan menguntungkan atau tidak. Dalam mengukur atau menilai
investasi yang akan atau telah terjadi terdapat beberapa kriteria yang
digunakan, yaitu :
IRR (Internal Rate of
Return)
Internal rate of
return adalah nilai tingkat pengembalian investasi, dihitung pada saat NPV sama
dengan nol. Keputusan menerima/menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan
hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan
(r).
Jika pada saat NPV =
0, nilai IRR = 12%, maka tingkat pengembalian investasi adalah 12%. Keputusan
menerima atau menolak rencana investasi dilakukan berdasarkan hasil
pembandingan IRR dengan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan (r).
Jika r yang diinginkan adalah 15%, sementara IRR hanya 12%, proposal investasi
ditolak. Begitu juga sebaliknya.
Payback Period
Merupakan jangka waktu
/periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya-biaya yang telah
dikeluarkan dalam investasi suatu proyek. waktu yang dibutuhkan agar investasi
yang direncanakan dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
titik impas.
Jika waktu yang
dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik. Kendatipun
demikian, kita harus berhati-hati menafsirkan kriteria payback period ini.
Sebab ada investasi yang baru menguntungkan dalam jangka panjang (> 5
tahun). Semakin cepat kemampuan proyek mampu mengembalikan biaya-biaya yang
telah dikeluarkan dalam investasi proyek maka proyek semakin baik (satuan
waktu). Perhitungan payback belum memperhatikan time value of money.
g. Pencatatan keuangan sederhana
Keuangan yang masuk
dan keluar oleh sebuah perusahaan wajib untuk dibukukan, hal ini berkaitan
dengan jumlah omzet yang didapat oleh perusahaan sehingga dapat dilihat neraca
serta statistik laba yang diperoleh perusahaan dari satu periode secara
kontinyu. Pembukuan keuangan perusahaan biasanya dilakukan oleh staff
accounting dengan mengambil berbagai sumber keuangan, seperti produksi,
penjualan, marketing , dan bagian perusahaan lainnya.
1.
Arus Kas
Arus kas atau aliran
kas adalah catatan harian mengenai pengeluaran dan pemasukan keuangan dari
usaha yang dijalankan. Diusahakan setiap ada pengeluaran dan pemasukan itu
harus dicatat.
Catatan mengenai arus
kas sangatlah penting. Pasalnya, catatan arus kas merupakan bahan dasar untuk
membuat laporan keuangan yang lain. Dari catatan sederhana inilah suatu usaha
bisa dianalisis. Sebaiknya, dibedakan buku untuk pos pengeluaran dan pendapatan.
Dari catatan harian ini dapat membuat rekapitulasi per bulan. Inilah yang
disebut laporan arus kas (cash-flow).
2.
Laporan Rugi Laba
Berdasarkan catatan
aliran kas tersebut, dapat membuat laporan rugi laba. Laporan rugi laba ini
berisi pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya sehingga diketahui apakah usaha
tersebut mengalami keuntungan atau mungkin mengalami kerugian. Perlu diingat
mengeluarkan faktor aset, modal, barang, dan utang dari laporan keuangan ini.
Untuk pembukuan
sederhana dapat digunakan metode garis lurus.
Asumsi metode ini: menganggap
sebuah barang mempunyai masa pakai tertentu dan nilai penyusutannya adalah
pembagian antara harga pembeliannya dengan masa pakainya.
Bila hasilnya ternyata
rugi, dapat mengevaluasi peyebab kerugiannya. Selanjutnya, dapat memutuskan
apakah penyebab kerugian tersebut dapat diatasi atau malah harus menutup usaha
tersebut untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
3.
Neraca
Neraca penting dibuat
setidaknya setahun sekali, untuk mengetahui nilai perusahaan dari waktu ke
waktu. Saat awal perusahaan, neraca perusahaan biasanya hanya terdiri dari
modal awal dan utang serta aset yang diperoleh dari belanja modal tersebut.
Aset termasuk sebagai aktiva, sementara utang dan modal masuk sebagai pasiva.
Seiring waktu, aset perusahaan bisa
bertambah, bisa pula terjadi utang-piutang, atau cadangan kas menjadi berkurang
atau bertambah, dan lain-lain. Nilai perusahaan bisa saja bertambah atau
berkurang karena perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.







Komentar
Posting Komentar